SMK Negeri 2 MalangEducation for all

Kota Malang Raih Juara Umum, SMKN 2 Malang Sumbang Prestasi Gemilang pada Penutupan LKS Dikmen

Malang 11 April 2026 — Penutupan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) ke XXXIV tingkat Provinsi Jawa Timur resmi ditutup pada 9 April 2026 di SMKN 12 Surabaya, setelah sebelumnya dibuka pada 6 April 2026 di Kota Surabaya. Tahun ini, kompetisi mencatatkan angka partisipasi yang luar biasa, mencakup perwakilan dari seluruh pelosok provinsi. Berikut […]

0
26
Kota Malang Raih Juara Umum, SMKN 2 Malang Sumbang Prestasi Gemilang pada Penutupan LKS Dikmen

Malang 11 April 2026 — Penutupan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) ke XXXIV tingkat Provinsi Jawa Timur resmi ditutup pada 9 April 2026 di SMKN 12 Surabaya, setelah sebelumnya dibuka pada 6 April 2026 di Kota Surabaya.

Tahun ini, kompetisi mencatatkan angka partisipasi yang luar biasa, mencakup perwakilan dari seluruh pelosok provinsi. Berikut adalah rincian kekuatan kompetisi tahun ini: Cakupan Wilayah: 38 Kota/Kabupaten se-Jawa Timur. Total Bidang Lomba: 56 Bidang (terdiri dari 54 bidang kompetensi utama dan 2 bidang lomba eksibisi). Jumlah Peserta: 1.807 siswa bertalenta. Tenaga Pendamping: 1.639 Guru Pembimbing. Tim Penguji: 192 Juri dan Asisten Juri profesional di bidangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan rutin, melainkan sebuah ekosistem untuk menyaring kompetensi terbaik dari seluruh penjuru wilayah. "Ajang tahunan ini merupakan wadah bagi siswa SMA/SMK/MA di wilayah Jawa Timur. Kami mencari kompetensi terbaik di berbagai bidang keahlian yang nantinya akan mewakili Jawa Timur di tingkat nasional," ujarnya.

Direktur SMK Kemendikdasmen, Arie Wibowo Khurniawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Jawa Timur dalam menjaga mutu kompetisi. Menurutnya, LKS Jatim merupakan cermin dari arah pembangunan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan zaman. "LKS bukan hanya sekadar panggung apresiasi dan prestasi, tetapi cermin kualitas dan arah pembangunan kompetensi siswa. Terlebih, LKS di Jawa Timur telah mengacu pada standar WorldSkills internasional, sehingga kompetensi yang diukur sejalan dengan kebutuhan industri global," ujarnya.

Di tengah kemeriahan rangkaian kegiatan, suasana berubah khidmat saat sesi penyerahan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp. 1.000.000. Agenda ini menjadi bukti konkret kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan akses pendidikan yang merata. Bantuan pendidikan tersebut diserahkan langsung oleh Ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Raut wajah bahagia terpancar dari para 10 siswa pilihan menerima manfaat asal surabaya dan 10 siswa pilihan menerima manfaat asal Sidoarjo.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi menutup ajang bergengsi ini dengan penuh rasa bangga dan optimisme terhadap masa depan generasi vokasi di Jawa Timur. Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa selesainya kompetisi ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal menuju panggung yang lebih besar. Selepas kompetisi ini, para pemenang tidak bisa bersantai. Mereka dijadwalkan segera memasuki Training Center (TC) untuk persiapan ke tingkat nasional maupun internasional. Di sana, mereka akan 'digodog' lebih kuat lagi, lebih hebat lagi, dan lebih luar biasa lagi. Mudah-mudahan anak-anak semua sukses dan memberikan karya terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara," tegas Khofifah di hadapan ratusan siswa dan guru.

Pada penutupan kegiatan, Kontingen Kota Malang berhasil meraih Juara Umum, menunjukkan dominasi prestasi di berbagai cabang lomba. Salah satu kontributor utama keberhasilan tersebut adalah SMKN 2 Malang, yang berhasil menorehkan prestasi gemilang pada beberapa bidang lomba, yaitu: Juara 1 Health and Social Care (HNSC) – Syafaa Azarah, Juara 1 Restaurant Service – Alessa Avaretta, Juara 2 Patisserie and Confectionery – Rahma Chuirun Nida

Prestasi ini menjadi momen kebanggaan bagi seluruh civitas SMK Negeri 2 Malang. Keberhasilan tersebut mencerminkan kualitas pembinaan yang terintegrasi antara penguatan hard skills dan soft skills, sehingga siswa tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki sikap profesional, kemampuan komunikasi, dan etos kerja yang baik.

Plt Kepala SMK Negeri 2 Malang, Slamet Winarno, M.Pd, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari siswa, guru pembimbing, hingga dukungan dunia usaha dan dunia industri. “Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis industri agar siswa semakin siap kerja dan berdaya saing,” ujarnya.

Eviatun Kh & Nuri Dwi Rakhmawati

H
DITULIS OLEH

Humas

Tanggapan (0 )